Mengenal Spesifikasi & Kegunaan Arloji Diver

Asal-Usul Diver Watch, Si Jam Tangan Selam

Hampir selama jam tangan diperkenalkan ke pasaran, pembuat jam tangan telah berusaha untuk membuatnya berfungsi di tempat-tempat yang mungkin tidak seharusnya.

Pembuatan arloji yang benar-benar tahan air dimulai pada awal abad ke-20. Pada tahun 1927, Rolex memulai debutnya “Oyster,” yang dinyatakan sebagai arloji tahan air pertama di dunia. Pada akhir 1930-an, Panerai mengembangkan Radiomir, sebuah arloji besar berlapis bantal yang dikenakan oleh penyelam di Angkatan Laut Kerajaan Italia, yang dimaksudkan untuk dipakai dalam waktu lama di bawah air.

Namun, jam tangan selam modern yang kita kenal, tidak tiba sampai tahun 1953 ketika Rolex, Blancpain dan Zodiac memperkenalkan desain jam tangan selam mereka – Submariner, Fathy Fathoms, dan Sea Wolf – semuanya berbeda tetapi menggembar-gemborkan fitur yang sangat mirip. Ketiga arloji ini menampilkan kasing tahan air yang besar, diisi lume dan mempunyai bezel selam berputar yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah waktu yang dihabiskan di bawah air. Komponen terakhir ini adalah inti mengapa jam tangan selam menjadi bagian penting dari kit SCUBA. Yaitu untuk memungkinkan penyelam mengetahui dengan tepat berapa banyak waktu yang mereka habiskan di bawah air dan kapan saatnya untuk kembali ke permukaan.

Pada awalnya, pembuatan jam tangan selam ditujukan sebagai alat untuk penyelam militer dan komersial. Namun tidak lama kemudia, menyelam berubah menjadi bagian dari hobi hingga semakin banyaklah arloji menyelam bermunculan – dengan mengikuti formula dan ciri desain yang sama. Seiring perkembangan jaman, kualitas pun meningkat. Contohnya casing yang lebih keras, peringkat kedalaman yang lebih substansial, dan fitur praktis lainnya.

Namun pada kenyataannya, seiring perkembangan jaman juga bahwa jam tangan menyelam telah digantikan oleh komputer menyelam digital modern – yang tentunya lebih akurat dan berteknologi tinggi untuk membantu sang penyelam di bawah permukaan laut. Saat ini kebanyakan jam tangan selam dipakai untuk memamerkan estetika dan kredibilitas daripada fungsi, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat digunakan untuk menyelam jika diperlukan.

Kriteria Jam Tanngan Selam

Saat ini, banyak jam tangan dapat dikenakan dan dibaca di bawah air, tetapi pedoman terbaik untuk apa yang membuat jam tangan penyelam sejati disusun oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi. Standar ISO 6425 modern menetapkan beberapa kriteria, yang utamanya adalah: 

  • Peringkat kedalaman minimum 100 meter
  • Bezel searah dengan tanda setidaknya setiap lima menit
  • Dial yang terlihat dalam kegelapan total dan indikasi dalam kegelapan bahwa arloji bekerja- biasanya ini ditunjukkan dengan jarum detik yang berjalan dengan ujung bercahaya atau penyeimbang
  • Anti-magnetik dan tahan goncangan
  • Tahan terhadap korosi di air laut. 

Hasil bersih dari persayaratan ini adalah arloji selam yang tangguh, dapat diandalkan, dan dapat dibaca.

Kosakata umum untuk jam tangan selam:

  • Bezel (searah): Cincin berputar mengelilingi putaran arloji, hanya berputar berlawanan arah jarum jam dan menampilkan tanda setidaknya setiap lima menit. Seorang penyelam akan membariskan penanda pada posisi jam 12 dengan posisi saat jarum menit untuk melacak waktu yang telah berlalu pada penyelaman. Bezel searah pada arloji menyelam hanya berputar di satu arah sehingga tidak mudah terlempar keluar dari tempatnya agar tidak membuang waktu yang terlacak dan membuat penyelam berpikir bahwa ia memiliki lebih banyak waktu yang tersedia di bawah air daripada yang sebenarnya.
  • Gasket: Cincin karet lembut (atau sintetis) yang ditemukan di dalam arloji yang menciptakan segel kedap air, menjaga kelembaban agar tidak masuk ke dalam arloji dan merusak jarum jam.
  • Helium Escape Valve: Bukan keharusan, tetapi berguna pada jam tangan selam yang dikenakan pada kedalaman sangat dalam atau dikenakan oleh penyelam saturasi. Gas pernapasan yang dikenakan oleh penyelam ini mengandung helium, yang sangat kecil sehingga bisa masuk ke dalam kotak arloji. Katup memungkinkan gas ini keluar begitu penyelam muncul. Jika tidak ada, helium bisa melepaskan kristal dari kotak arloji karena penumpukan dan ekspansi pada tekanan permukaan.
  • Lume: Istilah yang digunakan untuk menggambarkan bahan luminescent yang diterapkan pada dial jam untuk membuat tangan dan indeks / angka menyala dalam gelap. Bahan radioaktif seperti radium dan tritium digunakan pada arloji selam yang lebih tua, tetapi saat ini kebanyakan penyelam menggunakan cat photoluminescent seperti SuperLuminova.
  • Screw-Down Crown: Jenis mahkota yang dapat dipasangkan hingga rata dengan kotak arloji, membuatnya menjadi segel sehingga tidak ada air yang dapat masuk ke arloji melalui tabung mahkota.