Mengenang Kembali Tag Heuer Formula 1 Yang Ikonik, Dari Seri Vintage Hingga Modern

Dalam Bahasa Indonesia:  

Mechanical = Mekanik | Quartz = Kuarsa | Movement = Gerakan | Case = kasing | Strap = tali | Rubber = Karet

Tag Heuer Formula 1 memiliki tempat khusus dalam sejarah per-arlojian, menjadikan ia arloji pertama yang dirilis setelah akuisisi Heuer oleh Techniques d’Avant Garde (“TAG”) pada tahun 1986. Formula 1 adalah arloji pembangkit Heuer pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an untuk mengembangkan arloji mekanik yang kompetitif dan berbeda. Sejak saat itu, munculah Tag Heuer analog pertama bermodel Quartz yang eksis sampai dengan hari ini.

Inspirasi untuk Formula 1 adalah keberhasilan jam tangan Swatch, yang telah diluncurkan di Basel pada tahun 1983. Adanya krisis arloji Quartz pada tahun 1970-an telah memaksa orang Swiss untuk memikirkan kembali cara merekayasa jam tangan untuk menghasilkan uang dengan penjualan yang jauh lebih rendah. Harga Tag Heuer F1 dihargai sekitar 30-50% lebih murah daripada harga Heuer Autavia.

Meskipun Tag Heuer F1 memang tidak semurah Swatch, tetapi ia mengusung konsep yang sama. Arloji warna-warni, didominasi oleh warna cerah, case sintetik, movement dengan mesin yang terjangkau (Quartz) dan kemasan yang sederhana. Dengan taktik ini, jadilah Tag Heuer dapat berkompetisi dengan Swatch.

Meskipun sukses besar dan telah terjual 3 juta unit, arloji Formula 1 seri awal dihentikan pada tahun 2000. Dibawa kembali beberapa tahun kemudian, Formula 1 tetap menjadi bagian penting dari rentang TAG Heuer yang berfokus pada nilai-akhir pasar. Berikut deretan histori Tag Heuer Formula 1.

Seri I: 1986- 1990

Arloji F1 generasi pertama (Arloji di atas adalah Ref. 380.513) dirancang oleh Eddy Burgener dan menggunakan konstruksi case yang inovatif – campuran casing bagian dalam baja tahan karat yang dilapisi Fiberglass. Edisi pertama ini hanya memiliki dua ukuran, yaitu 28mm dan 34mm dengan case berwarna cerah yang disesuaikan dengan tali plastik yang dapat anda potong sesuai ukuran.

Pada tahun 1987, Tag Heuer mulai memperbanyak jenis arloji F1 dengan case dan strap berwarna baru. Model Fiberglass juga terus dijual hingga ‘93 – ‘94 yang hingga hari ini menjadi arloji Tag Heuer F1 paling ikonik dalam sejarah arloji F1.

Seri pertama F1, selain memakai movement baterai, juga menggunakan movement Harley Ronda SA 705 atau modul ESA 965.312, sementara mayoritas jam tangan berikutnya menggunakan gerakan ETA 955.412 / 955.414.

Chronograph Generasi Pertama

Sesuai dengan konsepnya sebagai arloji olahraga, TAG Heuer menambahkan versi Chronograph ke rentang Formula 1 pada tahun 1989 (Arloji biru di atas menjadi Ref. 470.513).

Chronograph ini didukung oleh movement mechanical-quartz yang cukup rumit, dibuat oleh Ronda. Modul ini memiliki fungsi tanggal yang tidak biasa pada register jam 6, menit berlalu pada jam 3 dan Chrono dan detik pada jam 9.

Movement yang cukup kompleks dan rapuh ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Tag Heuer F1 Chronograph seri pertama hanya dijual di pasaran selama kurang lebih 2 tahun. Jika anda berniat membeli generasi awal ini, kami sarankan untuk berhati-hati dalam memilih dikarenakan movement seperti ini cukup sulit untuk diperbaiki sekarang

Kemudian, munculah Chronograph Formula 1 1991, yaitu seri kedua dengan pembembangan mesin yang lebih solid. Anehnya, generasi ini memiliki dial yang klasik daripada Chronograph seri pertama dengan gerakan Chronograph ETA 251.262 1/10 yang jauh lebih baik.

Untuk arloji Tag Heuer Chronograph keluaran 1991-1995, terdapat tulisan “1/10” di bawah logo TAG Heuer dan “Chronograph” pada jam 9. 

Seri II: 1997-2000

Setelah lebih dari dua belas tahun tidak berubah, TAG Heuer meluncurkan seri Formula 1 baru pada tahun 1998, meninggalkan desain arloji basic mereka dan meningkatkan model Chronograph. Chronograph Seri 2 menggunakan desain case yang sama dengan aslinya, tetapi dengan putaran yang berbeda. Seri 2 Formula 1 masih menggunakan gerakan ETA 251.262 dan memperkenalkan opsi strap rubber.

Dial pada arloji ini memiliki skala menit pada sisi luarnya, angka romawi dan kemudian lingkaran bagian dalam yang berpola. Ini tentu saja terlihat lebih modern dan tidak sekompleks model aslinya. Perubahan lain yang tidak terlalu signifikan adalah hands dalam mode segitiga untuk waktu dan tangan Chronograph.

Terlepas dari kesuksesan seri Formula 1, salah satu keputusan pertama yang diambil oleh tim manajemen LVMH, yaitu konglomerat yang memiliki saham terbesar pada Tag Heuer, pada tahun 2000 adalah membatalkan seri. Ini dikarenakan keuntungan arloji F1 yang rendah dan tidak sesuai dengan rencana LVMH untuk membawa merk Tag Heuer naik pasar. Mereka menilai arloji dengan kaca mineral dan bezel plastik memang tidak menjadi masalah pada tahun 1985, tetapi di tahun 2000, arloji dengan desain seperti itu berstigma murah, membuatnya Tag Heuer F1 tidak lagi relevan kepada target pasar F1 prestis yang diinginkan LVMH.

Seri 3: 2004-2007

Setelah istirahat selama empat tahun, Tag Heuer membawa kembali seri Formula 1 pada tahun 2004 dengan desain yang sepenuhnya baru dan bahan yang ditingkatkan.

Seri 3 F1 ini menampilkan bezel baja berlapis titanium-karbida, wadah baja 316L, dan kristal safir. Dial ini memperkenalkan tampilan yang benar-benar baru untuk seri F1 dengan angka jam yang terlihat dari logam pada jam 12, 3, 6 dan 9 dengan jarum segitiganya. 

Apa yang tidak berubah adalah bentuk dasar case dan bezel yang masih mengusung desain eksterior aslinya. Seri 3 F1 memiliki casing 40mm, menjadikan arloji sesuai dengan selera kontemporer dibandingkan ukuran asli 34mm yang jauh lebih kecil. 

Salah satu merek dagang dari seri ini adalah penggunaan bumper Polyurethane di kedua sisi case, sesuatu yang tampaknya merupakan gagasan Kimi Raikkonen, yang merupakan wajah dari seri baru.

Yang juga baru untuk seri ini adalah gerakannya, dengan arloji F1 menggunakan ETA F06.111, sementara versi Chronograph di bawah ini (dengan register tri-warna jam 6 yang khas) ditenagai oleh ETA G10.711.

Anda juga akan melihat bahwa semua jam tangan Formula 1 dari 2004 hingga hari ini memiliki tulisan “Tag Heuer Formula 1” pada dial, bukan hanya nama model “Formula 1” seperti pada jam tangan Tag Heuer lainnya. Ini berkat obsesi Bernie Ecclestone dengan membatasi, melindungi dan tidak mengeksploitasi merek “Formula 1”.

Seri 4: 2007-2011

Seri keempat adalah evolusi dari desain ulang 2003. Seri baru ini 1mm lebih besar (41mm) dengan finishing pada bezel yang menggunakan angka yang disikat halus dibandingkan angka yang diukir dan dicat pada seri sebelumnya.

Detail desain yang membedakan dari Chronograph baru adalah register jam 6 yang berukuran lebih besar, dibingkai oleh cincin perak dan penambahan angka 5 menit di bagian luar dial.

Seri 4 Ekstensi: 2008

Beberapa ekstensi dari model Seri 4 diperkenalkan untuk menjaga agar Formula 1 tetap mutakhir dan sesuai mode seiring dengan selera yang berkembang.

Grande Date Chronograph: 2008

Seri Grande Date disebut karena jendela tanggal merupakan dua digit pada pukul 12 dan memiliki casing berukuran 44mm. Dengan bertambahnya ukuran arloji ini, makan bertambah pula warna, pola dan teks yang membuat dialnya terlihat rumit. Grande Date Chronograph menggunakan movement Ronda 5040B.

Grande Date Watch: 2009

Yang lebih menarik adalah jam tangan Grande Date yang diluncurkan pada tahun berikutnya menggunakan kasing 44mm yang sama. Model ini mengembalikan angka yang dicetak ke dial dan untuk pertama kalinya menggunakan register pada jam 6 untuk menunjukkan detik yang berlalu. Arloji Grande Date F1 menggunakan movement Ronda 6004B Quartz.

Seri 5: 2012-2015

Pada tahun 2012, Tag Heuer meluncurkan seri F1 yang diperbarui. Meskipun bentuk kasing tetap sama, tetapi ukuran kasing diperbesar menjadi 42mm dengan desain yang tidak serumit sebelumnya. Sebagai gantinya, bagian tepi arloji dipoles, memberikan nuansa yang lebih dewasa. Tidak diragukan lagi jika Tag Heuer F1 telah berpisah dengan stigma arloji entry level yang murah.

Untuk pertama kalinya, seri kelima juga memperkenalkan movement automatic, menggunakan Calibre 16. 

Ultimate Guide To The Tag Heuer Formula 1

Untuk pertama kalinya, seri kelima juga memperkenalkan movement automatic, menggunakan Calibre 16. 

Seri 6: 2015-sekarang

Model 2015 mungkin merupakan perubahan paling signifikan dalam sejarah Tag Heuer F1. Model ini membuang desain kasing ikonik yang digunakan sejak 1986. Sebagai gantinya, kasing yang sangat familiar pada Heuer Autavia tahun 1970-an diusung, memberikan arloji tampilan yang sangat baru tetapi masih sejalan dengan image Formula 1. Sampai hari ini, Formula 1 telah membawa image dirinya sebagai arloji sportif yang sangat wajar meskipun berwarna-warni cerah seperti kuning, oranye, merah, dan sebagainya. Bahkan saat ini, di kalangan horologi Indonesia, Tag Heuer F1 seri awal dengan movement Quartz masih banyak diperjualbelikan dan digandrungi, bahkan lebih diminati ketimbang Tag Heuer F1 seri baru.

*Artikel ini merupakan rewrite dalam Bahasa Indonesia dari https://www.calibre11.com/overview-tag-heuer-formula-1/